Senin, 17 Maret 2014

Cara Menjadi Seorang Penulis Skenario

Cara Menjadi Seorang Penulis Skenario

Skenario. Satu kata ini telah tidak asing lagi di telinga kita. Nyaris tiap-tiap hari kalimat ini terucap. Untuk pemirsa setia tv, kata skenario ini juga benar-benar akrab. Dalam credit title suatu program acara, senantiasa tercatat kata skenario atau penulis skenario. Juga kata satu ini jadi kata tameng atau juga kata yang sangta sakral saat seseorang makna di tanya kenapa ikhlas lakukan adegan yg tidak pantas. Ada di balik kata ‘skenario’, mereka seakan jadi mentuhankannya. Sesungguhnya, apa pengertian skenario itu?

Simpel Saja Namun Dalam Maknanya
Pengertian skenario sesungguhnya benar-benar simpel. Skenario yaitu narasi itu sendiri. Narasi dalam skenario itu nanti bakal dirubah jadi wujud audio visual (berbentuk gambar bergerak serta nada). Skenario ini memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk satu pertunjukan seni. Tidak ada skenario, bagaimana bakal bikin pertunjukan yang hebat? Untuk tersebut, sebelum saat skenario dipercaya betul-betul bagus, latihan pertunjukan tak lagi dikerjakan. Sering, pergantian skenario ini dapat berlangsung berulang-kali.

Terlebih untuk suatu skenario sinetron atau telenovela yang kejar tampil. Skenario dirubah atas keinginan pihak spesifik atau sesuaikan dengan situasi terhitung saat bakal ganti pemain yang dikira tak terlampau bagus lagi. Perubahan pemain ini dapat dengan bikin karakternya alami kecelakaan lalu saat pulih ia bertukar muka sesudah dioperasi. Dapat pula dengan bikin ciri-ciri itu wafat dunia lantaran sakit, kecelakaan, atau diculik serta menghilang.

Untuk kebutuhan pengiklan atau sponsor, skenario juga dirubah. Beberapa pemain mesti ingin lakukan seperti yang ada di skenario. Bila terlampau banyak improvisasi ditakutkan kemampuan narasi bakal tergerus. Narasi apa pun tiada skenario yang bagus, bakal tampak asal jadi serta alurnya tak lagi bagus. Seseorang penulis skenario yang memiliki pengalaman bakal benar-benar gampang mengarahkan pemain ikuti jalan narasi. Inilah yang bikin pemain ingin lakukan apa pun untuk tuntutan dari skenario.

Skenario bukan hanya seperti cerpen atau novel. Skenario itu memiliki format serta tata penulisan yang pasti. Ini perbedaan mendasar pada skenario dengan cerpen, cerber, atau novel. Pada cerpen, cerber, atau novel, narasi cuma berbentuk untaian kalimat tiada melibatkan unsur audio visual. Ada info yang benar-benar terang serta rinci dalam suatu skenario. Info inilah yang diperagakan oleh pemain. Dimulai dari mimik muka, pandangan mata, gerak bibir, wujud pipi, gerak tangan serta kaki. Seluruhnya tertuang dengan terang di suatu skenario.

Sebelum saat pengambilan gambar, umumnya ada acara ‘Reading’. Pada ketika pemain coba membaca serta membahasakan keadaan serta kondisi yang sesungguhnya, seseorang pembuat skenario mungkin merubah kalimat atau gerak badan pemain atas usulan pemain yang berkaitan. Apa yang ditulis kadang-kadang jadi tidak sama sesudah di baca. Inilah dibutuhkan kerja sama yang benar-benar erat serta terang pada pemain serta kru yang lain. Dalam satu film atau sinetron yaitu suatu hal yang umum bila ada banyak penulis skenario.

Seperti pada film James Bond. Penulis skenario tiap-tiap episodenya tidak sama. Seseorang penulis skenario kadang-kadang cuma disuruh untuk membaut satu atau dua episode saja. Untuk bahan penyegaran, dengan adanya banyak penulis skenario ini, inspirasi narasi dapat berlainan. Semasing penuli situ memiliki ciri-ciri serta spesifikasi sendiri. Tak heran bila mereka bakal tampak hebat dengan jalan narasi spesifik. Latar belakang pendidikan serta latar belakang sosial sang penulis skenario akan punya pengaruh pada hasil dari tulisannya.

Belajar Bikin Skenario
Kehebatan seorang itu bakal tampak saat ia selalu berlatih serta menunjukkan bila ia betul-betul berusaha keras. Ketika hasil dari usaha keras ini diakui kehebatannya, maka harga satu buah skenario dapat cukup mahal.

Sesudah mengerti pengertian skenario, bakal lebih gampang untuk kita untuk belajar menulis skenario. Logikanya, kita mustahil dapat memasak spageti bila kita tidak paham apakah itu spageti. Begitupun dengan skenario. Kita mustahil menulis skenario bila tidak tahu apakah itu skenario.

Arti skenario
Dalam menulis skenario, terdapat banyak arti spesial yang perlu dimengerti oleh penulis skenario. Arti ini berlaku universal, berarti di negara apapun skenario itu ditulis serta lalu di produksi, arti ini memiliki makna yang sama. Pemahaman bakal istilah-istilah ini bakal bikin suatu skenario lebih mudah divisualisasikan. Karenanya ada pemahaman yang sama, seseorang penulis skenario yang ada di Indonesia, dapat pula berkarir di industri film yang ada di semua dunia.

Istilah-istilah yang umum dipakai dalam penulisan skenario :

* Fade in : Saat adegan baru diawali pertama kali.
* Fade out : Saat suatu babak selesai serta lalu diselingi oleh iklan sebelum saat mengawali babak baru. Atau saat suatu episode selesai serta bakal bersambung ke episode setelah itu.
* Cut to : Perpindahan dari satu adegan ke adegan lain dengan cara berkaitan.
* Dissolve to : serupa dengan cut to namun dipergunakan untuk adegan saat lalu (flashback) yang mempunyai durasi cukup panjang.
* V. O (voice over) : cuma terdengar nada. Umumnya dipakai untuk cerita atau untuk nada dalam hati si tokoh.
* O. S (Off scene) : nada pemain terdengar lebih dulu sebelum saat sosoknya sendiri nampak.
* Flashback : adegan saat lalu. Flashback ini dapat berjalan sebentar, dapat pula agak lama.
* POV : point of view, yakni lihat suatu hal dari pojok pandang seseorang tokoh.
* VFX : visual effect serta SFX : sound effect. VFX serta SFX ini umum digunakan bila ada adegan yang susah divisualisasikan.

Istilah-istilah itu mesti dimengerti serta dipahami. Kelak bersamaan dengan bertukarnya saat serta makin banyak pengalaman, maka seluruhnya makna dari arti itu bakal jadi sisi dari kehidupan hingga bukan hanya jadi satu beban untuk menghapalkannya. Bila baru awal, kadang-kadang memanglah ada kekeliruan saat meletakkan arti atau mesti senantiasa melirik catatan supaya tak salah dalam meletakkan arti itu.

Menulis Skenario
Pengertian skenario serta istilah-istilah yang umum ada dalan suatu skenario telah dimengerti, kini waktunya menulis. Dalam menulis skenario yang terutama yaitu ada inspirasi narasi. Karenanya ada inspirasi yang fresh serta sesuai sama dengan kelompok narasi yang bakal di buat, format dapat di buat sesuai sama dengan keperluan saja. Sering seseorang penulis skenario itu bakal bekerja bersama dengan adanya banyak penulis atau orang yang lain ceritanya bakal dibuatkan skenarionya.
Di Amerika, beberapa pembuat skenario ini jadi memiliki perhimpunan yang bikin mereka terlihat cukup kompak. Persatuan diantara mereka juga dapat membaut satu boikot yang dapat mematikan industri perfilman di Amerika. Tak dapat dipikirkan bila industri film Hollywood jadi kacau lantaran ada tindakan mogok sari beberapa penulis narasi. Beberapa penulis Indonesia barangkali belum terdengar dengung persatuan serta kesatuan mereka.

Saat mereka menyatu, harga untuk karya mereka mungkin cukup mahal. Hal semacam ini lantaran mereka dapat memastikan harga serta tak ada yang dapat mempermainkan harga. Bila mereka untuk indivisu, pada akhirnya ada persaingan yg tidak sehat. Umpamanya, seorang yang memerlukan dana fresh selekasnya, pada akhirnya mesti jual ceritanya dengan benar-benar murah. Sudah pasti hal semacam ini jadi mematikan dunia penulisan. Terlampau menyakitkan bila di jual dengan harga yang benar-benar menyedihkan.
Walau inspirasi basic datang dari rumah produksi, seseorang penulis skenario terus mesti mempunyai inspirasi supaya bisa meningkatkan suatu skenario utuh yang siap divisualisasikan. Inspirasi untuk menulis skenario ini dapat didapat dari :

* Diri sendiri
Pengalaman milik sendiri yaitu hal yang paling gampang dituliskan. Mencari beberapa hal yang unik serta menarik untuk di kembangkan. Gosip yang tengah berkembang atau perasaan yang tengah dirasakan, dapat di buat cukup imajinatif.
* Lingkungan sekitar
Lingkungan seputar, tetangga, rekan arisan, rekan hangout, dsb adalah sumber inspirasi yang tidak sempat habis.
* Membaca
Novel, cerpen, serta cerber yang dimuat di beberapa media bikin atau internet dapat juga jadi sumber inspirasi. Tetapi hati-hati, jangan sempat mengikuti mentah-mentah dengan kata lain lakukan plagiatisme. Suratkabar dapat juga jadi sumber inspirasi yang fresh lantaran kebaruan serta variasi berita yang dipertunjukkannya.
* Dongeng serta narasi rakyat

Indonesia kaya dengan dongeng, legenda, serta narasi rakyat. Senantiasa ada hal menarik yang bisa diangkat dari kisah-kisah ini.
Bila ingin berlatih, menulis skenario tidak lagi jadi sulit. Keuntungan yang bakal didapat juga telah terbayang di depan mata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar